Apakah Air Mineral Bisa Kedaluwarsa? Ini Faktanya

Apakah air mineral bisa kedaluwarsa? Simak penjelasan ilmiah, tanda air tidak layak minum, dan cara menyimpannya agar tetap segar dan aman bagi kesehatan.

Banyak orang mengira air mineral tidak mungkin kedaluwarsa karena sifatnya yang murni. Namun, label “best before” atau “baik digunakan sebelum” di setiap botol air menunjukkan hal berbeda. Pertanyaannya, apakah air mineral bisa kedaluwarsa? Yuk simak artikel ini hingga selesai untuk temukan jawabannya.

Mengapa Air Mineral Punya Tanggal Kedaluwarsa?

Menurut ketentuan BPOM dan SNI 3553:2015 tentang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), setiap produk wajib mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Air mineral murni secara kimia tidak berubah selama disimpan dengan benar, namun kemasan plastik PET atau galon memiliki batas waktu aman. Setelah melewati masa simpan tertentu, kualitas air bisa menurun akibat reaksi antara air dan bahan kemasan.

Produsen menetapkan tanggal kedaluwarsa untuk menjamin air tetap aman, higienis, dan sesuai standar rasa yang ditetapkan. Umumnya, masa simpan air mineral berkisar 12 hingga 24 bulan sejak tanggal produksi, tergantung jenis kemasan dan cara penyimpanan.

Ini Faktor yang Membuat Air Mineral Bisa Kedaluwarsa

Ada beberapa penyebab air mineral bisa kedaluwarsa atau menjadi tidak layak konsumsi, meski belum melewati tanggal kedaluwarsa:

  1. Paparan sinar matahari langsung. Suhu tinggi bisa menyebabkan molekul plastik melepaskan senyawa seperti antimon (Sb) ke dalam air.
  2. Penyimpanan di tempat lembap. Kondisi ini mempercepat pertumbuhan mikroorganisme, terutama jika segel tutup rusak.
  3. Reaksi oksidasi ringan. Meskipun kecil, oksidasi dari udara di dalam botol dapat mengubah rasa dan aroma air.
  4. Kemasan terkontaminasi. Jika botol atau galon pernah dibuka, potensi masuknya bakteri meningkat.

Itulah mengapa air mineral tidak boleh disimpan sembarangan, terutama di mobil atau area terpapar panas.

Cek Tanda Air Mineral Sudah Tidak Layak Diminum

Membedakan air mineral segar dan kedaluwarsa cukup mudah jika diperhatikan dengan teliti. Berikut adalah ciri-cirinya:

  • Warna berubah menjadi agak keruh atau tampak tidak jernih seperti biasanya.
  • Terdapat aroma asing seperti plastik atau bau asam ringan.
  • Segel botol rusak atau longgar. Ini menandakan udara luar sudah masuk.
  • Terdapat endapan halus atau rasa aneh saat diminum.

Jika salah satu tanda ini muncul, sebaiknya jangan dikonsumsi. Meskipun terlihat sepele, perubahan kecil ini bisa menandakan penurunan kualitas air akibat interaksi dengan kemasan.

Risiko Kesehatan dari Air Mineral Kadaluarsa

Air yang melewati masa simpan tidak otomatis beracun, tetapi tetap berisiko bagi kesehatan. Menurut Healthline dan beberapa studi pangan, paparan panas pada plastik PET dapat melepaskan zat kimia seperti bisphenol A (BPA) dan antimon, yang berpotensi mengganggu sistem hormon tubuh bila dikonsumsi terus-menerus.

Selain itu, air kedaluwarsa yang disimpan di tempat lembap bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri seperti Pseudomonas atau E. coli. Gejala yang mungkin muncul antara lain mual, diare, dan rasa tidak nyaman pada lambung.

Cara Aman Menyimpan Air Mineral

Agar tetap segar dan aman, berikut beberapa tips sederhana:

  1. Simpan di tempat sejuk dan teduh, jauh dari sinar matahari langsung.
  2. Letakkan di posisi tegak agar tutup botol tidak bersentuhan langsung dengan cairan di dalam.
  3. Jauhkan dari bahan kimia, bensin, atau barang beraroma tajam yang bisa memengaruhi rasa air.
  4. Segera habiskan setelah dibuka. Air yang sudah terekspos udara mudah terkontaminasi.
  5. Periksa label dan segel sebelum membeli. Pastikan kemasan tidak penyok, bocor, atau berubah warna.

Kebiasaan sederhana ini dapat menjaga kualitas air mineral tetap sesuai standar higienis.

Jadi, Apakah Aman Minum Air Setelah Tanggal Kedaluwarsa?

Jika air disimpan dalam kondisi baik atau tidak terpapar panas, segel utuh, dan warna masih jernih, kemungkinan besar masih aman dikonsumsi dalam waktu singkat setelah tanggal kedaluwarsa. Namun, rasa dan kejernihan bisa menurun.

Sebaliknya, jika botol pernah disimpan di suhu tinggi atau terlihat berubah, sebaiknya dibuang. Mengonsumsi air kadaluarsa terus-menerus bukan hanya mengubah rasa, tetapi juga bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan.

Airnya Tidak Basi, Tapi Kemasan Bisa Usang

Air mineral memang tidak “basi” seperti makanan, tetapi kemasan memiliki batas aman yang perlu diperhatikan. Itulah sebabnya setiap produsen wajib mencantumkan tanggal kedaluwarsa.

Konsumen disarankan selalu memperhatikan kondisi fisik kemasan dan tempat penyimpanan. Jangan menyimpan air mineral di bagasi mobil, gudang panas, atau area lembap dalam jangka panjang.

Untuk memastikan kualitas tetap terjaga, pilihlah merek air mineral yang memprioritaskan standar filtrasi tinggi dan pengemasan higienis.

Seperti halnya air minum Viola yang menggunakan teknologi penyaringan canggih dan kemasan bersegel rapat agar air tetap murni dan aman hingga ke tangan konsumen. Karena kesegaran yang terjaga bukan soal tanggal, tapi soal kepercayaan pada kualitas.